Rasisme Dalam Sepak Bola Inggris

Rasisme Dalam Sepak Bola Inggris – Marcus Rashford, Bukayo Saka serta Jadon Sancho jadi target serangan pelecahan setelah gagal mencetak gol dalam adu penalti.

Rasisme Dalam Sepak Bola Inggris

Baca Juga : Kedudukan Inggris di Komunitas Global Setelah Brexit

forargyll – Administratur kepolisian Inggris Mark Roberts berkata pelecehan itu” amat keji”.

” Apabila kita tahu Kamu terletak di balik kesalahan ini, kita akan melacak kamu serta Kamu akan mengalami konsekuensi sungguh- sungguh tindakan memalukan ini,” tuturnya.

Bagian kebijaksanaan sepak bola Inggris berkata tim mereka tengah menyelidiki” beberapa informasi penting terpaut pelecehan rasial.”

Mark Roberts, yang mengetuai peraturan terpaut sepak bola dalam kepolisian, berkata pelecehan rasial itu” amat mencengangkan serta memprihatinkan seluruh pihak di semua negara.”

” Tim Inggris kita ialah panutan dalam invitasi sepak bola ini serta berlagak dengan cara handal. Aku merasa muak dengan banyak orang yang merasa pelecehan ini bisa dibenarkan.”

Beliau berkata pelacakan akan dilanjutkan buat mencari mereka yang bertanggung jawab serta kepolisian bertugas serupa dengan pihak sosial media tercantum, Facebook, Instagram danTwitter.

Tidak hanya pelecehan rasial di media sosial, suatu mural Rashford dirusak oleh vandal dengan perkata cacian, dan julukan” Saka”.

Bagian dari mural yang dirusak itu, di suatu tembok di desa laman Rashford di Manchester selatan, saat ini ditutupi dengan pesan- pesan dukungan.

Rashford berkata beliau” nyaris melimpahkan air mata” kala membaca pesan- pesan itu.

Beliau memberikan suatu statment ke khalayak, kalau beliau” tidak akan pernah meminta maaf sebab inilah jati diri saya”.

Sedangkan Saka ataupun Sancho belum berpendapat dengan cara khalayak hal pelecehan ini, tetapi rekan- rekan satu tim, kawan- kawan, serta komunitas mereka sudah menyuarakan dukungan.

Instruktur timnas Inggris, Gareth Southgate, berkata kalau pelecehan rasis yang dilemparkan sehabis kegagalan di Euro” tidak dapat dimaafkan”. PM Inggris, Boris Johnson, serta Federasi Sepak Bola Inggris( FA) pula sudah mengecamnya.

Kepolisian Kota besar London lagi menyelidiki pelecehan ini serta berkata” ini tidak akan ditoleransi”, sedangkan UK Football Policing Bagian( UKFPU) pula sudah mengawali analitis.

” Aku merasa sudah mengecewakan seluruh orang,” catat Rashford dalam statment publiknya.

Pemain berumur 23 tahun itu meningkatkan:” Aku bisa menyambut kritik atas kemampuan aku seharian penuh, Bukayo Saka aku tidak lumayan bagus, seharusnya dapat berhasil namun aku tidak akan sempat memohon maaf sebab asli diri aku serta tempat asal aku.

” Aku tidak sempat merasakan momen yang lebih membanggakan dari kala menggunakan 3 raja hutan itu( ikon timnas Inggris) di dada aku serta melihat keluarga aku membakar aku di antara puluhan ribu pemirsa.

” Aku Marcus Rashford, pria 23 tahun dari Withington serta Wythenshawe, South Manchester. Jika aku tidak memiliki apa- apa, paling tidak aku memiliki itu. Buat seluruh catatan bagus, dapat kasih. Aku akan kembali lebih kuat. Kita akan kembali lebih kuat.”

Pada 2020, Rashford menemukan apresiasi dari Istri raja Inggris buat jasanya pada kanak- kanak dari keluarga rentan dikala endemi sehabis menggalang anggaranÂŁ20 juta() buat sediakan santapan untuk kanak- kanak yang rawan tidak dapat makan.

Dalam statment di web website resminya, Arsenal, klub tempat Saka main, menulis:” Catatan kita pada Bukayo merupakan: senantiasa merasa besar hati, kita amat besar hati pada Kamu serta kita tidak sabar menyambut Kamu kala Kamu kembali ke Arsenal.”

Sedangkan itu para penggemar mengirimkan ribuan komentar dukungan pada para pemain di profil media sosial mereka.

” Senantiasa antusias bro. Kita mencintaimu,” catat seseorang penggemar di halaman Instagram Sancho, sedangkan penggemar lain mengatakan:” Janganlah takut, kalian sudah membuat kita besar hati.”

Tingkat pelecehan di media sosial

Federasi Pesepakbola Handal Inggris( PFA) berkata kalau informasi yang dibagikan dengan saluran tv Channel 3 news sehabis peperangan akhir Euro 2020 menerangi kalau lebih dari 850. 000 twit dianalisis sepanjang totalitas invitasi serta membuktikan:

PFA berkata kalau, walaupun beberapa twit ini sudah dihapus, akun- akun yang mengirimkannya belum dihapus dengan cara permanen oleh Twitter.

” Analisa dini kita membawa alamat kalau daya muat pelecehan yang diisyarati sekeliling akhir Euro 2020, tertuju paling utama pada Jadon Sancho, Bukayo Saka, Marcus Rashford, serta Raheem Sterling, lebih besar dari pelecehan sepanjang totalitas invitasi,” PFA meningkatkan.

Twitter berkata mereka sudah menghilangkan lebih dari 1000 antaran sepanjang 24 jam terakhir serta menunda beberapa akun sebab melanggar aturannya.

Facebook berkata mereka baru- baru ini memublikasikan penindakan yang lebih jelas kepada pelecehan di program Instagram, tercantum menghilangkan dengan cara permanen akun- akun yang kesekian kali mengirimkan catatan langsung( direct message, Desimeter) bersuara melecehkan.

‘Anda bukan penggemar Inggris dan kami tidak menginginkan Anda’

Saat ini timbul obrolan bagus di komunitas berolahraga ataupun warga yang lebih besar di Inggris hal rasisme serta metode menghentikannya.

Kapten timnas Inggris Harry Kane berkata pada mereka di balik pelecehan rasial kepada Rashford, Sancho, serta Saka:” Kamu bukan penggemar Inggris serta kita tidak membutuhkan Kamu.”

Si striker Tottenham meningkatkan di Twitter:” Mereka berkuasa memperoleh dukungan, bukan cacian kotor serta rasis yang mereka dapat semenjak tadi malam.

” 3 anak muda yang cemerlang sejauh masa panas memberanikan diri buat maju serta melaksanakan depakan Bukayo Saka dikala taruhannya besar

” Jika Kamu melecehkan siapapun di media sosial Kamu bukan penggemar Inggris serta kita tidak membutuhkan Kamu.”

Pemain balik Tyrone Mings pula memakai Twitter buat berdialog mengenai rasa bangganya pada timnas Inggris sebab sukses menggapai akhir, tetapi meningkatkan:” Bangun tidur hari ini serta memandang saudara- saudara aku dilecehkan dengan cara rasial sebab lumayan berani buat menaruh diri mereka dalam posisi buat membantu negara ini, merupakan suatu yang menjijikkan, namun tidak mencengangkan aku.”

Beliau setelah itu mempersoalkan Menteri Dalam Negara Inggris Priti Patel, yang beliau tunjuk berbohong merasa benci kepada pelacehan rasial, sehabis mengatakan kelakuan sebagian pemain bersimpuh dikala lagu kebangsaan dimainkan semata- mata” politik isyarat”.

Kelakuan bersimpuh sudah jadi ikon yang mencolok di berolahraga serta sepanjang keluhan anti- rasialisme dalam sebagian tahun terakhir, serta sebagian pemain Inggris melaksanakannya pada dini perlombaan mereka.

Menulis di Twitter pada Minggu petang, Mings mengatakan:” Kamu tidak dapat mencetuskan api pada dini invitasi dengan melabeli catatan anti- rasialisme kita selaku Politik Isyarat serta setelah itu berbohong merasa benci kala perihal yang kita keluhan terjalin.”

Kesatu Menteri Boris Johnson serta anggota- anggota lain rezim Konservatifnya pula dikritik sebab tidak mengancam penggemar yang memperolok- olokkan pemain Inggris yang bersimpuh pada dini invitasi.

Berdialog pada mereka yang mengirimkan ucapan melecehkan di bumi maya sehabis perlombaan hari Minggu, si PM berkata:” Kamu seharusnya malu- saya minta Kamu akan berkerumun kembali ke dasar batu tempat asal Kamu.”

Pendapat senada pula diucapkan Sir Keir Starmer, atasan antagonisme Partai Pegawai, yang berkata pelecehan itu” amat seram”.

Tetapi beliau mengatakan pendapat Johnson tiba telanjur:” Kesatu menteri tidak mengecamnya[di awal] serta aksi serta diamnya seseorang atasan terdapat konsekuensinya, jadi cinta sekali perkata kesatu menteri terdengar hampa.”

Sejarah rasisme di sepak bola

Rasisme di sepak bola tidaklah perihal terkini.

Mantan pemain kapak Liverpool John Barnes sudah menggambarkan rasisme yang beliau natural dalam kariernya. Barnes populer sempat menendang kulit pisang pergi alun- alun dalam satu perlombaan di Everton pada 1988.

“[Rasisme] sudah terabadikan dengan bagus sepanjang bertahun- tahun,” tuturnya pada BBC pada 2018, menyusul kejadian lain kala seseorang pemain- kali ini Raheem Sterling- menjadi target pelecehan rasial.

” Untuk pemain kulit gelap manapun di tahun 1980- an itu berbentuk jeritan rasis yang senantiasa serupa, pisang di lapangan- sesuatu yang diperoleh selaku bagian dari warga serta sepak bola.”

Untuk Barnes, rasisme dalam berolahraga merupakan bagian dari permasalahan yang lebih besar.

” Lupakan mengenai sepak bola, kita wajib menyudahi mengotak- kotakannya serta melihatnya selaku permasalahan di sepak bola sedangkan warga yang lain serius saja,” ucapnya.

” Kita wajib memandangnya dengan cara holistik serta dengan cara utuh serta berkata ayo kita rival rasisme serta pembedaan dalam hidup. Terkini setelah itu Kamu dapat menghapusnya dari sepak bola.”

Walaupun rasisme di sepak bola sedang terdapat, beliau sudah jauh menurun semenjak tahun 1980- an- menurut Guru besar Ellis Cashmore, sosiologis serta ahli dalam rasisme sepak bola, di Universitas Aston.

” Hari ini, rasisme amat jauh dari tingkat pada tahun 1980- an serta sangat luar lazim beliau sedang melekat pada sepak bola, mengenang berolahraga ini mempunyai sedemikian itu banyak kedamaian.

” Tetapi dalam sepak bola kelihatannya adat- istiadat rasis senantiasa abadi,” ucapnya.

Pada 2014, Guru besar Cashmore melaksanakan riset yang mengaitkan 2. 500 penggemar sepak bola anonim dalam usaha menguak tindakan kepada rasisme.

Beliau menciptakan kalau separuh dari seluruh penggemar sempat melihat ataupun hadapi satu wujud rasisme dalam sepak bola Inggris.

Seorang yang merespon pada survey itu berkata kalau walaupun rasisme tidak sevokal dulu,” siapapun yang teratur mendatangi perlombaan sepak bola akan berkata kalau gradasi rasisme sedang terdapat serta sedang hidup.”

Cuma sebagian minggu kemudian, Rashford mengatakan beliau menyambut” paling tidak 70 hinaan rasis” di media sosial menyusul kegagalan Manchester United dari Villareal di Aliansi Eropa pada bulan Mei.

News Sports

Debut Terbaik Kedua Cristiano Ronaldo di Antara 6 Debut Manchester United Dalam 20 Tahun Terakhir

Debut Terbaik Kedua Cristiano Ronaldo di Antara 6 Debut Manchester United Dalam 20 Tahun Terakhir – Debut kedua Cristiano Ronaldo di Manchester United sukses besar, persis seperti yang dia impikan. Debut Terbaik Kedua Cristiano Ronaldo di Antara 6 Debut Manchester United Dalam 20 Tahun Terakhir Baca Juga : Chelsea Sukses Tahan Imbang Liverpool Dengan 10 […]

Read More
Sports

Chelsea Sukses Tahan Imbang Liverpool Dengan 10 Pemain

Chelsea Sukses Tahan Imbang Liverpool Dengan 10 Pemain – Chelsea tidak memenangkan pertandingan di Anfield tetapi mungkin hasil imbang 1-1 setelah bermain dengan 10 pemain di akhir babak pertama akan memberi mereka sesuatu yang lebih penting daripada dua poin tambahan. Ini akan memberi mereka keyakinan bahwa mereka memiliki semua kualitas yang dibutuhkan untuk memenangkan gelar […]

Read More
Community News Sports

Komunitas Muslim Inggris Azan di Tepi Lapangan Stadion Wembley dan Bikin Sejarah

Komunitas Muslim Inggris Azan di Tepi Lapangan Stadion Wembley dan Bikin Sejarah – Komunitas Muslim di Inggris membuat sejarah dengan mengucapkan doa untuk pertama kalinya di pinggir lapangan sepak bola di Stadion Wembley di London. Komunitas Muslim Inggris Azan di Tepi Lapangan Stadion Wembley dan Bikin Sejarah Baca Juga : Sejarah Panjang Komunitas Muslim di […]

Read More